Beberapa pernyataan yang disampaikan Abu
Tumin Blang Blahdeh kepada Abuya H Amran Waly di sebuah pertemuan dengan Tgk
Ahmad Datau dari Sulawesi dengan Abu Tumin, di Kediaman Abu Tumin pada 27
Agustus 2012 lalu, jadi pembahasan serius kalangan ulama. Dalam pertemuan
antara jamaah, Mursyid dari Sulawesi dengan Ulama Salafi terkemuka Aceh, Abu
Tumin tersebut, dalam perbahasan yang berdurasi sekitar 15–20 menit yang sempat
dihadiri Tgk Ahmad Datau dan Tgk Muslim yang berasal dari Sulawesi, serta Tgk
Heri, Tgk Nasrul, Tgk Mujahiddin dari Nagan Raya, juga Tgk Ramadhan beserta
tamu-tamu dari tokoh masyarakat setempat itu, sekarang menjadi pertentangan
disertai sahut/balas, antara Tgk H Muhammad Amin atau akrab disapa Abu Tumin,
ulama kharismatik Dayah Alminatuddiniyah Babussalam, Blangbladeh, Kecamatan
Jeumpa, Bireuen, menyampaikan beberapa pernyataan kepada Abuya Syech H Amran
Waly Pimpinan Dayah Nurul U'Lumdiniyah Islamiyah di Desa Ulee Gampoeng (Alue
Leuhop) Kecamatan Labuhan Haji, Cot Girek, Aceh Utara. Delapan poin pernyataan
yang disampakan Abu Tumin menjadi pertentangan bagi Abuya Syech H Amran Waly,
antaranya Abu Tumin sempat menyebutkan dalam satu berkas yang berikar empat
halaman tanggapan Abuya Syaceh, yaitu, ajaran Abuya Syech H Amran Wali tidak
pernah diajarkan oleh guru besar Abuya Syech H Muda Waly Al-khalidy, berikutnya
sejenis pertanyaan, dari mana sumber pengambilan ajaran Abuya Syech H Amran
Wali, juga pembahasan Qulhuwallahu Ahad (Marja’ Dhamir Huwa), Ajaran Abuya
Syech H Amran Waly dikatakan sesat menyesatkan mengarah ke Ittihad dan Hulul.
Dalam penyataan poin kelima, disebutkan di Aceh Utara telah difatwakan bahwa
ajaran Abuya Syech H Amran Waly sesat menyesatkan, kemudian Abdul Karim
Al-Jilly sesat menyesatkan, dan ilmu suluk yang diajarkan Abuya Syech H Amran
Waly tidak pernah didapatkan (oleh pembuat pernyataan-red) semasa Abuya Syech H
Muda Waly Al-Khalidy. Sedangkan pernyataan terakhir menyebutkan, seluruh anak
Abuya Syech H Muda Waly Al-Khalidy, yaitu Abuya Prof Muhibbudin Waly, Abuya
Jamaluddin Waly, dan Abuya Nasir Waly tidak menyetujui ajaran Abuya Syech H
Amran Waly. Demikian yang tertulis dalam pernyataan bantahan Abuya Syech H
Amran Waly terkait jawabannya dari pernytaan Abu Tumin. Pada Kamis (4/10)
pertemuan besar, antara 500 jamaah Naqshabandiyah dengan mursyid-mursyid dari
Asean, bertempat di dayah terkemuka Abuya Syech H Amran Waly, pimpinan dayah
tersebut menanggapi hal pernyataan Abu Tumin. Dalam jawaban pimpinan Dayah
Nurul U'Lumdiniyah Islamiyah tersebut, sedikit banyak menjelaskan tentang
jawaban dari pernyataan Abu Tumin yang beralasan kuat. Dalam lembaran yang
dimaksudkan Abu Syech H Amran Waly menjawab satu persatu dari pernyataan Abu
Tumin, kepada ratusan Jamaah Naqshabandiyah yang menghadiri pertemuan ulama
salafiah Aceh dengan Mursyid-Mursyid dari Asia Tenggara. Dalam penyampaiannya
di selebaran itu, amatan andalas melihat banyak menyimpulkan pendidikan agama,
yang tertuju pada Tauhid, Tariqat, Tashawuf, Makhrifat dan lain sebagainya. Dan
diantaranya Abuya Syech H Amran wali juga menanggapi dengan baik tentang surat
edaran yang disampaikan Abuya H Jamaluddin Waly, yang di dalamnya menyebutkan,
sejarah-sejarah perjalanan dan latar belakang dari ulama dayah Aceh terkemuka
hingga ke penjuru Negara-negara Asia Tenggara tersebut. Ringkasnya, akhir kalam
menentang penyataan dari Tgk H Muhammad Amin (Abu Tumin), sehingga pemahaman syair
ungkapan terakhir guru besar (Abuya Syech H Muda Waly Al-Khalidy disebutkan,
akhir dari pada suluk adalah untuk menghilangkan wujud diri, zahir ma’rifat
dalam batin si salik, sehingga dia bernama arif/washil. Hilanglah syirik khafi
dalam hatinya, maka lepaslah dia dari pada syirik dan kenifasan dari dirinya.
Serta menimbulkan tanda kutip “Kalau anda tidak memahami ini, maka anda selalu
dihantui oleh syirik. Ditakuti iman, anda tanggal di akhir hayat (Na’uzubillahi
min zalik” ungkapan dari kutipan selebaran yang dibagikan sebagai wujud
tanggapan Abuya Syech H Amran Waly.
Sabtu, 13 Januari 2018
This Is The Oldest Page
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

EmoticonEmoticon