Sabtu, 13 Januari 2018

Ulama Asia Tenggara Klarifikasi Isu Miring Abu Tumin

Ulama Asia Tenggara Klarifikasi Isu Miring Abu Tumin
Beberapa pernyataan yang disampaikan Abu Tumin Blang Blahdeh kepada Abuya H Amran Waly di sebuah pertemuan dengan Tgk Ahmad Datau dari Sulawesi dengan Abu Tumin, di Kediaman Abu Tumin pada 27 Agustus 2012 lalu, jadi pembahasan serius kalangan ulama. Dalam pertemuan antara jamaah, Mursyid dari Sulawesi dengan Ulama Salafi terkemuka Aceh, Abu Tumin tersebut, dalam perbahasan yang berdurasi sekitar 15–20 menit yang sempat dihadiri Tgk Ahmad Datau dan Tgk Muslim yang berasal dari Sulawesi, serta Tgk Heri, Tgk Nasrul, Tgk Mujahiddin dari Nagan Raya, juga Tgk Ramadhan beserta tamu-tamu dari tokoh masyarakat setempat itu, sekarang menjadi pertentangan disertai sahut/balas, antara Tgk H Muhammad Amin atau akrab disapa Abu Tumin, ulama kharismatik Dayah Alminatuddiniyah Babussalam, Blangbladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, menyampaikan beberapa pernyataan kepada Abuya Syech H Amran Waly Pimpinan Dayah Nurul U'Lumdiniyah Islamiyah di Desa Ulee Gampoeng (Alue Leuhop) Kecamatan Labuhan Haji, Cot Girek, Aceh Utara. Delapan poin pernyataan yang disampakan Abu Tumin menjadi pertentangan bagi Abuya Syech H Amran Waly, antaranya Abu Tumin sempat menyebutkan dalam satu berkas yang berikar empat halaman tanggapan Abuya Syaceh, yaitu, ajaran Abuya Syech H Amran Wali tidak pernah diajarkan oleh guru besar Abuya Syech H Muda Waly Al-khalidy, berikutnya sejenis pertanyaan, dari mana sumber pengambilan ajaran Abuya Syech H Amran Wali, juga pembahasan Qulhuwallahu Ahad (Marja’ Dhamir Huwa), Ajaran Abuya Syech H Amran Waly dikatakan sesat menyesatkan mengarah ke Ittihad dan Hulul. Dalam penyataan poin kelima, disebutkan di Aceh Utara telah difatwakan bahwa ajaran Abuya Syech H Amran Waly sesat menyesatkan, kemudian Abdul Karim Al-Jilly sesat menyesatkan, dan ilmu suluk yang diajarkan Abuya Syech H Amran Waly tidak pernah didapatkan (oleh pembuat pernyataan-red) semasa Abuya Syech H Muda Waly Al-Khalidy. Sedangkan pernyataan terakhir menyebutkan, seluruh anak Abuya Syech H Muda Waly Al-Khalidy, yaitu Abuya Prof Muhibbudin Waly, Abuya Jamaluddin Waly, dan Abuya Nasir Waly tidak menyetujui ajaran Abuya Syech H Amran Waly. Demikian yang tertulis dalam pernyataan bantahan Abuya Syech H Amran Waly terkait jawabannya dari pernytaan Abu Tumin. Pada Kamis (4/10) pertemuan besar, antara 500 jamaah Naqshabandiyah dengan mursyid-mursyid dari Asean, bertempat di dayah terkemuka Abuya Syech H Amran Waly, pimpinan dayah tersebut menanggapi hal pernyataan Abu Tumin. Dalam jawaban pimpinan Dayah Nurul U'Lumdiniyah Islamiyah tersebut, sedikit banyak menjelaskan tentang jawaban dari pernyataan Abu Tumin yang beralasan kuat. Dalam lembaran yang dimaksudkan Abu Syech H Amran Waly menjawab satu persatu dari pernyataan Abu Tumin, kepada ratusan Jamaah Naqshabandiyah yang menghadiri pertemuan ulama salafiah Aceh dengan Mursyid-Mursyid dari Asia Tenggara. Dalam penyampaiannya di selebaran itu, amatan andalas melihat banyak menyimpulkan pendidikan agama, yang tertuju pada Tauhid, Tariqat, Tashawuf, Makhrifat dan lain sebagainya. Dan diantaranya Abuya Syech H Amran wali juga menanggapi dengan baik tentang surat edaran yang disampaikan Abuya H Jamaluddin Waly, yang di dalamnya menyebutkan, sejarah-sejarah perjalanan dan latar belakang dari ulama dayah Aceh terkemuka hingga ke penjuru Negara-negara Asia Tenggara tersebut. Ringkasnya, akhir kalam menentang penyataan dari Tgk H Muhammad Amin (Abu Tumin), sehingga pemahaman syair ungkapan terakhir guru besar (Abuya Syech H Muda Waly Al-Khalidy disebutkan, akhir dari pada suluk adalah untuk menghilangkan wujud diri, zahir ma’rifat dalam batin si salik, sehingga dia bernama arif/washil. Hilanglah syirik khafi dalam hatinya, maka lepaslah dia dari pada syirik dan kenifasan dari dirinya. Serta menimbulkan tanda kutip “Kalau anda tidak memahami ini, maka anda selalu dihantui oleh syirik. Ditakuti iman, anda tanggal di akhir hayat (Na’uzubillahi min zalik” ungkapan dari kutipan selebaran yang dibagikan sebagai wujud tanggapan Abuya Syech H Amran Waly.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon